[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
MediaSport.id-Cristiano Ronaldo punya gaya khas saat mengeksekusi tendangan bebas. Pertama, Ronaldo bakal membuka kakinya lebar-lebar. Lalu dia bakal berlari kencang dan menendang bola dengan keras.
Dengan teknik ini, Ronaldo berhasil mengemas 44 gol tendangan bebas sepanjang kariernya. Masalahnya, sejak Desember 2017, megabintang Juventus tersebut tak lagi mencetak gol tendangan bebas dalam kompetisi level klub.
Menurut Dr Rajpal Brar, turunnya efektivitas tendangan bebas Ronaldo ini dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya cedera. Mengacu data Transfermarkt, Ronaldo telah 13 kali menderita cedera di bagian kaki sejak musim 2013/14.
“Teknik tendangan bebas Cristiano Ronaldo ini sebenarnya sangat simpel. Namun, eksekusinya bisa menjadi begitu sensitif. Teknik ini sendiri mengandalkan ingatan otot untuk menghasilkan tendangan yang kuat,” papar Brar dalam podcast anyar Squawka.
“Sebenarnya, Ronaldo tak kehilangan tenaga saat mengeksekusi tendangan bebas. Namun, dia kehilangan faktor tidak terprediksi akibat cedera yang menerpa kakinya,” imbuh sport-scientist yang kini tinggal di California, Amerika Serikat, tersebut.
Brar menduga cedera ini memberikan efek bola salju saat Ronaldo mengeksekusi tendangan bebas. Karena muscle memory-nya tak sebagus dulu, bisa saja ada detail-detail minor yang terlewatkan saat Ronaldo menendang, dan ini bisa memicu stres.
Saran Brar, sebaiknya Ronaldo mengambil jeda dalam urusan tendangan bebas. Atau, jika dia tetap kekeuh menjadi eksekutor, cobalah menggunakan teknik lain.
“Atlet NBA, DeAndre Jordan, sempat kesulitan melakukan free throwdengan teknik andalannya. Namun, dia berhasil kembali jago dalam urusan itu dengan mengubah teknik,” kata Brar.
“Ronaldo mungkin bisa mencoba mengubah gaya tendangannya dengan gaya Lionel Messi, knuckleball. Teknik ini berbahaya bagi kiper lawan, karena tak ada yang bisa memprediksi secara pasti bagaimana bola bakal melambung,” pungkasnya.(msn)